Sejarah

...

Perkembangan Dana Pensiun GKJ

    1. Sebelum YDP-GKJ (sd th 1971)  

    Masalah pensiun bagi tenaga kerja PI telah mendapat perhatian sejak sebelum GKJ Jawa Tengah Selatan bersatu dengan GKJ Jawa Tengah Utara yang dulu diselenggarakan dalam dua badan pensiun, Yaitu :
    • Reksa Salira – Jawa Tengah Utara (dibentuk Yayasan Pensiun Fond) 
    • Miden Java - Jawa Tengah selatan

    Pada Sidang Sinode II Tahun 1950 kedua badan tersebut dilebur menjadi satu. Sayang tidak diketahui peraturannya. Pada perjalanan sidang-sidang Sinode berikutnya tentang perpensiunan secara berbadan belum mendapat perhatian dengan tuntas. Namun pada sidang Sinode 1956 (V) ada keputusan semua tenaga PI dianjurkan masuk ke Pension Fonds "kemudian Hari" yang selanjutnya tidak ada persetujuan dari Pensiun Ford Jawa Tengah dihidupkan kembali 

    Pada tahun 1971 Sidang Sinode ke XII di Klaten telah memutuskan Badan Penyelenggara Pensiun Tenaga PI berbentuk Yayasan. Pelaksanaannya adalah melalui persiapan yang berbentuk Badan Penyelenggara Pensiun, sebagai bagian dari Kantor Sinode GKJ yang bertugas menyiapkan peraturan pensiun dan mengumpulkan premi. Baru pada tahun 1975 tepatnya 1 Agustus 1975 didirikannya Yayasan Dana Pensiun GKJ, dengan tujuan : 1)Memenuhi kebutuhan hari depan para tenaga PI (Pendeta dan Guru Injil, Pegawai Kantor Gereja dan Kolportir). 2)Mewujudkan wadah

      2. Periode YDP-GKJ (1971-1992)

      YDP-GKJ didirikan oleh Sinode GKJ 1 Agustus 1975 dengan segala permasalahan dan harapan. Karena pada saat berdiri anggota sebagai peserta pensiun, baik yang sudah pensiun maupun yang aktif berjumlah seimbang. Itu berarti begitu Yayasan berdiri harus mulai membayar pensiun dan yang aktif harus menyediakan dana tebusan masa kerja lalu yang tidak sedikit.
      Dalam upaya menghimpun dana maka Th. 1975 telah diadakan pembicaraan bersama antara GKJ dan GKN yang menghasilkan kesepakatan pembagian penanggungan beban dana tebusan masa kerja lalu dengan pola :
      • Tenaga yang mempunyai masa kerja sebelum Th. 1950 beban pensiunnya 100% dipikul oleh GKN
      • Tenaga yang mempunyai masa kerja antara Th. 1950 – Th. 1970 beban pensiunnya 80% dipikul oleh GKN dan 20% oleh GKJ
      • Tenaga yang mempunyai masa kerja setelah Th. 1970 beban pensiun 100% dipikul oleh GKJ
          Dari kesepakatan di atas maka melalui perhitungan PT Purbajaga per januari 1976 telah menghasilkan komposisi pembagian beban dana masing masing antara GKJ dan GKN. Dalam peraturan perpensiunan dan penggelolaan dana, makin tahun makin berkembang.

          3. Periode DP-GKJ (1992-Sekarang) 

          Dengan diterbitkannya Undang-Undang Dana Pensiun no. 11/1992, maka bentuk badan hukum Yayasan Dana Pensiun GKJ dirubah menjadi Dana Pensiun GKJ. Proses penyesuaiannya melalui masa transisi dari tahun 1992 sampai dengan tahun 1994. Tepatnya DP-GKJ disahkan tanggal 28 Juni 1994. Suatu perbedaan yang nampak dari dua bentuk badan hukum itu ialah : Yayasan Dana Pensiun GKJ beranggotakan Klasis, Jemaat dan Kantor Sinode dan Kantor YDP-GKJ dan sebagai peserta adalah para tenaga pendeta, pembantu pendeta, pegawai kantor klasis, dan kantor Jemaat setempat dan pegawai Kantor Sinode GKJ. Sedangkan Dana Pensiun GKJ didirikan oleh Pendiri (dalam hal ini Deputat Penatalayanan Sinode GKJ) dan para Mitra Pendiri (yang semula dalam Yayasan adalah anggota Yayasan Dana Pensiun GKJ) degnan peserta yang sama. Pengaturan hak dan kewajiban dalam pendanaan juga berbeda. 

          4. Hubungan yang dijalin

          4.1. Dengan GKN

          Hubungan dengan GKN dijalin sejak persiapan YDP-GKJ, bahkan hubungan-hubungan sebelumnya adalah memalui persiapan-persiapan YDP-GKJ dan bentuk-bentuk Yayasan pelayanan pensiun melalui Klasis-Klasis tertentu.
          Hubungan dengan GKN ini lebih intens setlah terwujudnya YDP-GKJ dalam rangka pemecahan masalah-masalah kepesertaan, masa kerja dan pendanaan serta pembayaran pensiun.
          Hubungan  dengan GKN ini masih belanjut sampai sekarang dalam hal pembayaran pensiun untuk kelompok-kelompok umur tertentu dan dukungan biaya-biaya rutine kantor dan penambahan dana dalam rangka kapitalisasi hasil aktuaria dalam bagian jumlah tertentu.

          4.2. Dengan Pemerintah

          Sebagai suatu konsekuensi Undang-Undang Dana Pensiun no. 11 tahun 1992, maka Dana Pensiun GKJ mempunyai hubungan kerja dengna pemerintah cq Departemen Keuangan (Menteri Keuangan), terutama (Direktorat Jendral Dana Pensiun) dalam rangka laporan-laporan rutine tahunan mengenai keberadaan Dana Pensiun diantaranya mengenai kepegurusan, kondisi keuangan (kapitalisasi), investasi, peraturan dan lain-lain.

          4.3. Hubungan dengan Lembaga Aktuaria

          Sejak Awal dari YDP-GKJ sampai dengan Dana Pensiun GKJ tentang pendanaan tida lepas dengan perhitungan Aktuaria untuk menentukan kondisi kapitalisasi, premi dan kondisi kesehatan Dana Pensiun.
          Pada awalnya melalui PT Purbajaga dan sekarang dengan PT Aktuaria yang ditunjuk oleh DP-GKJ dan yang keberadaanya telah diakui oleh Menteri Keuangan.

          4. 4. Hubungan antar lembaga dana Pensiun Kristen di Indonesia

          YDP-GKJ termasuk salah satu unsur pendiri lembaga Badan Kerja Dana Pensiun Kristen di Indonesia yaitu Badan Kerjasama Dana Pensiun Kristen Indonesia, yang disingkat (BKS-Danpen KI). Lembaga ini telah dirintis pendirinya sejak Th. 1989 dan berdirinya lembaga tersebut Th. 1991. Berdiri lembaga ini dimaksudkan untuk memberi manfaat bagi anggotanya, antara lain :

          • Sebagai wadah tukar pikiran sesama Dana Pensiun Kristen.
          • Meningkatkan kerjasama dalam pengelolaan Dana Pensiun.
          • Bila mungkin meningkatkan kerjasama dalam pengembangan dana.
          Sampai sekarang BKS-Dapen KI mempunyai anggota sejumlah 14 Dana Pensiun Kristen.

          Perkembangan Dana Pensiun GKJ

            1. Sebelum YDP-GKJ (sd th 1971)  

            Masalah pensiun bagi tenaga kerja PI telah mendapat perhatian sejak sebelum GKJ Jawa Tengah Selatan bersatu dengan GKJ Jawa Tengah Utara yang dulu diselenggarakan dalam dua badan pensiun, Yaitu :
            • Reksa Salira – Jawa Tengah Utara (dibentuk Yayasan Pensiun Fond) 
            • Miden Java - Jawa Tengah selatan

            Pada Sidang Sinode II Tahun 1950 kedua badan tersebut dilebur menjadi satu. Sayang tidak diketahui peraturannya. Pada perjalanan sidang-sidang Sinode berikutnya tentang perpensiunan secara berbadan belum mendapat perhatian dengan tuntas. Namun pada sidang Sinode 1956 (V) ada keputusan semua tenaga PI dianjurkan masuk ke Pension Fonds "kemudian Hari" yang selanjutnya tidak ada persetujuan dari Pensiun Ford Jawa Tengah dihidupkan kembali 

            Pada tahun 1971 Sidang Sinode ke XII di Klaten telah memutuskan Badan Penyelenggara Pensiun Tenaga PI berbentuk Yayasan. Pelaksanaannya adalah melalui persiapan yang berbentuk Badan Penyelenggara Pensiun, sebagai bagian dari Kantor Sinode GKJ yang bertugas menyiapkan peraturan pensiun dan mengumpulkan premi. Baru pada tahun 1975 tepatnya 1 Agustus 1975 didirikannya Yayasan Dana Pensiun GKJ, dengan tujuan : 1)Memenuhi kebutuhan hari depan para tenaga PI (Pendeta dan Guru Injil, Pegawai Kantor Gereja dan Kolportir). 2)Mewujudkan wadah

              2. Periode YDP-GKJ (1971-1992)

              YDP-GKJ didirikan oleh Sinode GKJ 1 Agustus 1975 dengan segala permasalahan dan harapan. Karena pada saat berdiri anggota sebagai peserta pensiun, baik yang sudah pensiun maupun yang aktif berjumlah seimbang. Itu berarti begitu Yayasan berdiri harus mulai membayar pensiun dan yang aktif harus menyediakan dana tebusan masa kerja lalu yang tidak sedikit.
              Dalam upaya menghimpun dana maka Th. 1975 telah diadakan pembicaraan bersama antara GKJ dan GKN yang menghasilkan kesepakatan pembagian penanggungan beban dana tebusan masa kerja lalu dengan pola :
              • Tenaga yang mempunyai masa kerja sebelum Th. 1950 beban pensiunnya 100% dipikul oleh GKN
              • Tenaga yang mempunyai masa kerja antara Th. 1950 – Th. 1970 beban pensiunnya 80% dipikul oleh GKN dan 20% oleh GKJ
              • Tenaga yang mempunyai masa kerja setelah Th. 1970 beban pensiun 100% dipikul oleh GKJ
                  Dari kesepakatan di atas maka melalui perhitungan PT Purbajaga per januari 1976 telah menghasilkan komposisi pembagian beban dana masing masing antara GKJ dan GKN. Dalam peraturan perpensiunan dan penggelolaan dana, makin tahun makin berkembang.

                  3. Periode DP-GKJ (1992-Sekarang) 

                  Dengan diterbitkannya Undang-Undang Dana Pensiun no. 11/1992, maka bentuk badan hukum Yayasan Dana Pensiun GKJ dirubah menjadi Dana Pensiun GKJ. Proses penyesuaiannya melalui masa transisi dari tahun 1992 sampai dengan tahun 1994. Tepatnya DP-GKJ disahkan tanggal 28 Juni 1994. Suatu perbedaan yang nampak dari dua bentuk badan hukum itu ialah : Yayasan Dana Pensiun GKJ beranggotakan Klasis, Jemaat dan Kantor Sinode dan Kantor YDP-GKJ dan sebagai peserta adalah para tenaga pendeta, pembantu pendeta, pegawai kantor klasis, dan kantor Jemaat setempat dan pegawai Kantor Sinode GKJ. Sedangkan Dana Pensiun GKJ didirikan oleh Pendiri (dalam hal ini Deputat Penatalayanan Sinode GKJ) dan para Mitra Pendiri (yang semula dalam Yayasan adalah anggota Yayasan Dana Pensiun GKJ) degnan peserta yang sama. Pengaturan hak dan kewajiban dalam pendanaan juga berbeda. 

                  4. Hubungan yang dijalin

                  4.1. Dengan GKN

                  Hubungan dengan GKN dijalin sejak persiapan YDP-GKJ, bahkan hubungan-hubungan sebelumnya adalah memalui persiapan-persiapan YDP-GKJ dan bentuk-bentuk Yayasan pelayanan pensiun melalui Klasis-Klasis tertentu.
                  Hubungan dengan GKN ini lebih intens setlah terwujudnya YDP-GKJ dalam rangka pemecahan masalah-masalah kepesertaan, masa kerja dan pendanaan serta pembayaran pensiun.
                  Hubungan  dengan GKN ini masih belanjut sampai sekarang dalam hal pembayaran pensiun untuk kelompok-kelompok umur tertentu dan dukungan biaya-biaya rutine kantor dan penambahan dana dalam rangka kapitalisasi hasil aktuaria dalam bagian jumlah tertentu.

                  4.2. Dengan Pemerintah

                  Sebagai suatu konsekuensi Undang-Undang Dana Pensiun no. 11 tahun 1992, maka Dana Pensiun GKJ mempunyai hubungan kerja dengna pemerintah cq Departemen Keuangan (Menteri Keuangan), terutama (Direktorat Jendral Dana Pensiun) dalam rangka laporan-laporan rutine tahunan mengenai keberadaan Dana Pensiun diantaranya mengenai kepegurusan, kondisi keuangan (kapitalisasi), investasi, peraturan dan lain-lain.

                  4.3. Hubungan dengan Lembaga Aktuaria

                  Sejak Awal dari YDP-GKJ sampai dengan Dana Pensiun GKJ tentang pendanaan tida lepas dengan perhitungan Aktuaria untuk menentukan kondisi kapitalisasi, premi dan kondisi kesehatan Dana Pensiun.
                  Pada awalnya melalui PT Purbajaga dan sekarang dengan PT Aktuaria yang ditunjuk oleh DP-GKJ dan yang keberadaanya telah diakui oleh Menteri Keuangan.

                  4. 4. Hubungan antar lembaga dana Pensiun Kristen di Indonesia

                  YDP-GKJ termasuk salah satu unsur pendiri lembaga Badan Kerja Dana Pensiun Kristen di Indonesia yaitu Badan Kerjasama Dana Pensiun Kristen Indonesia, yang disingkat (BKS-Danpen KI). Lembaga ini telah dirintis pendirinya sejak Th. 1989 dan berdirinya lembaga tersebut Th. 1991. Berdiri lembaga ini dimaksudkan untuk memberi manfaat bagi anggotanya, antara lain :

                  • Sebagai wadah tukar pikiran sesama Dana Pensiun Kristen.
                  • Meningkatkan kerjasama dalam pengelolaan Dana Pensiun.
                  • Bila mungkin meningkatkan kerjasama dalam pengembangan dana.
                  Sampai sekarang BKS-Dapen KI mempunyai anggota sejumlah 14 Dana Pensiun Kristen.